Jasa Siaran Pers

Home / Kabar Politik

Jumat, 20 Mei 2022 - 15:37 WIB

Jarang Picu Polemik di Medsos dan Panggung Politik, Prabowo Subianto Capres Pilihan Milenial

Menteri pertahanan, Prabowo Subianto. (Instagram.com/@prabowo)

Menteri pertahanan, Prabowo Subianto. (Instagram.com/@prabowo)

INFO PEMILU РLembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis survei terbaru mereka tentang capres pilihan generasi digital natives.

Hasilnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan capres yang paling banyak menjadi pilihan generasi digital natives, mengungguli Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Berdasarkan hasil survei LSJ, sebanyak 24,9% generasi digital natives mengaku akan memilih Prabowo Subianto jika Pilpres dilaksanakan hari ini.

Kemudian 20,6% mengaku akan memilih Anies Baswedan, lalu 12,4% memilih Ganjar Pranowo dan 10,1% menjatuhkan pilihan pada Sandiaga Uno.

Nama-nama capres lain memiliki elektabilitas yang kurang signifikan di kalangan generasi digital natives.

Hanya Ridwan Kamil, Ahok dan Dedi Mulyadi yang tingkat elektabilitas sedikit lumayan, yakni masing-masing 5,7%, 5,4% dan 3,6%.

“Prabowo dianggap sosok pemimpin yang mampu menyelesaikan problematika bangsa, memahami geopolitik global, dan diyakini sebagai sosok negarawan yang mementingkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan apapun.”

Baca Juga :  Koalisi Indonesia Bersatu Terbentuk, Nurdin Halid Usulkan Wapresnya Ganjar Pranowo

“Indikator itu yang menjadi dasar generasi digital natives atau milenials menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo jika pilpres dilaksanakan hari ini” kata Peneliti Senior LSJ Fetra Ardianto, Kamis, 19 Maret 2022.

Menurut Fetra, terdapat dua faktor yang membuat Prabowo justru menjadi pilihan generasi digital natives meskipun Menteri Pertahanan itu masih jarang menyapa mereka di medsos.

Pertama, generasi digital natives adalah kelompok manusia rasional. Mereka memilih Prabowo karena pertimbangan rasional (bukan kedekatan emosional).

Diantaranya mereka mempersepsikan Prabowo sebagai seorang negarawan yang paham dan mampu mengatasi berbagai masalah ekonomi.

Termasuk masalah lapangan kerja yang paling menjadi perhatian dan dibutuhkan anak muda.

Kedua, jarangnya Prabowo berpolemik atau memicu polemik di medsos maupun di panggung politik nasional akhir-akhir, justru diapresiasi para netizen yang mayoritas merupakan anak-anak digital natives.

Baca Juga :  Kisah Para Presiden RI: Di Awal Kekuasaan Dipuja, di Akhirnya Dicemooh bahkan Dijatuhkan

Safari idul fitri yang dilakukan Prabowo dengan menemui sejumlah tokoh nasional dan ulama senior nampaknya juga diapresiasi positif oleh generasi digital natives.

“Berdasarkan analisis media monitoring yang dilakukan oleh LSJ, sentimen negatif warganet dalam dua minggu terakhir terhadap Prabowo Subianto sangat rendah (5%) sementara sentimen positifnya cukup tinggi (37,1%).”

“Ini artinya, apa yang dilakukan Prabowo dalam dua minggu terakhir dengan melakukan safari idul fitri diapresiasi positif oleh warganet dan oleh generasi digital natives khususnya.”

“Sebaliknya pada saat yang sama, sentimen negatif terhadap Ganjar dan Anies cukup tinggi, yakni 18% dan 35,8%,” ujar Fetra.

Kemudian terdapat suatu temuan menarik dari survei LSJ kali ini adalah rendahnya elektabilitas Ganjar Pranowo di kalangan generasi digital natives.

Meskipun dalam berbagai rilis lembaga survei elektabilitas Ganjar disebut cukup tinggi, namun di kalangan digital natives ternyata tidak terlalu menarik.

Baca Juga :  Hari Rabu, Penyelenggaraan Pemilu Disepakati pada Tanggal 14 Februari 2024

Hanya 12,4% anak-anak digital natives yang mengaku akan memilih Ganjar jika Pilpres dilaksanakan hari ini.

“Ini tentu sebuah fenomena anomali, mengingat Ganjar merupakan salah satu capres yang paling banyak manggung di media sosial yang notabene merupakan panggungnya anak-anak muda,” jelas Fetra.

Generasi digital natives adalah generasi yang lahir berdampingan dengan teknologi informasi (generasi di bawah usia 35 tahun).

Berdasarkan data BPS 2021, proporsi generasi ini mencapai 43% dari total populasi Indonesia dan sebagian besar dari mereka akan menjadi pemilih pemula (first-time voters) dalam Pemilu 2024 nanti.

Mereka adalah orang-orang yang sangat aktif berselancar di internet mencari berbagai informasi, termasuk informasi tentang capres.

Sebab itu generasi digital natives ini sangat seksi perannya dalam Pemilu 2024 sehingga menjadi rebutan dan bidikan utama para capres.***

Share :

Baca Juga

Kabar Politik

Hari Rabu, Penyelenggaraan Pemilu Disepakati pada Tanggal 14 Februari 2024

Kabar Politik

Survei Elektabilitas Ketum Parpol: Prabowo yang Tertinggi, AHY Lebih Unggul dari Megawati

Kabar Politik

Bersama-sama Sukseskan Pilpres, Pileg, dan Pilkada di 2024, Gerindra dan PKB Sepakat Koalisi

Kabar Politik

Bursa Calon Presiden Semakin Ramai dengan Melesatnya Elektabilitas Airlangga

Kabar Politik

Pemilu 2024: Partai Golkar, PAN dan PPP Sepakat Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu

Kabar Politik

5 Alasan Puan Maharani Layak Diusung Sebagai Calon Presiden RI Menurut Politisi PDIP

Kabar Politik

Pertemuan Tokoh Politik Surya Paloh dengan Prabowo Subianto Penuh Semangat Persahabatan

Kabar Politik

Sebagai Cawapres, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Memiliki Elektabilitas yang Tinggi